Showing posts with label hari raya. Show all posts
Showing posts with label hari raya. Show all posts

Monday, October 15, 2007

Khutbah Idul Fitri 2007


Khutbah Idul Fitri kali ini disampaikan oleh ust. Khalid Muslih, MA, diselenggarakan di masjid Elsalam, distik 10, Nasr City, Cairo Mesir, dengan pokok isinya sbb. :

Allahu Akbar 9X
Gema takbir terkumandang memenuhi angkasa, pertanda bahwa waktu ibadah Ramadan telah berakhir.
Selamat berbahagia bagi yang telah sabar, tekun dan lulus menjalani berbagai bentuk ibadah satu bulan Ramadan lalu.
Kebalikannya, akan sangat kecewa dan merugi, bagi orang yang tidak optimal dalam beribadah satu bulan suci itu, apalagi jika sengaja melecehkan makna bulan yg dijadikan lebih baik daripada seribu bulan itu. Tentu diancam dengan siksa api neraka.
Idul Fitri merupakan awal lembaran hidup baru, dengan suasana suci atau fitrah. Orang yang kembali ke fitrah semestinya cinta kepada kebenaran, kejujuran, keadilan dan persatuan. Tidak suka kepada kepalsuan, kedloliman, kebohongan dan perpecahan.
Jiwa yang fitrah ini harus kita jaga. Caranya melalui Iman, Taqwa dan Amal Sholeh, serta dengan melalukan introspeksi diri.
Dalam berintrospeksi itu kita menghitung mana yang lebih banyak, kebaikan kita apa kejelekannya, ibadah dan amal kita apa maksiat dan dosa kita, sehingga kita bisa terdorong untuk menambah sisi kebaikan daripada sisi kemaksiatan.
Kita patut berkompetisi sesama kita, dalam beribadah, beramal baik dan juga dalam beruat jasa kepada orang lain.
Agar dapat mencapat tujuan ibadah kita, kembali kepada fitrah dan mencapai takwa adalah, semestinya kita bergaul dengan orang-orang baik, orang jujur, sholeh, tekun bekerja dan giat belajar, orang yg produktif bukan bergaul dengan pemalas apalagi para pelaku kerusakan dan dlolim.
Umat Islam yang fitrah ini, hendaknya tidak memelihara rasa iri dan dengki dalam hati, tapi justru selalu cinta memaafkan, rasa toleransi dan suka menggalang kebersatuan. Jika hal itu terwujud maka masyarakat akan lebih aman, bersatu dan saling tolong menolong.
Dalam Idul Fitri ini kita perlu prihatin terhadap nasib umat Islam dan umat manusia pada umumnya, yang belum merasa bahagia, seperti nasib bangsa palestina, bangsa Irak, bangsa Afganistan dll.
Kita berdoa kepada Allah, untuk kita, dan untuk ummat Islam pada umumnya. Akhirnya selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Ceramah Menyambut Lebaran Idul Fitri


Ceramah Malam Idul Fitri, dengan judul Etika Islam Dalam Berhari Raya, disampaikan oleh ust. Aep Saipulloh, dengan ringkasan sbb.


- Imam Syafii meriwayatkan bahwa ada lima waktu mustajab untuk berdoa, diantaranya adalah malam Idul Fitri dan malam Idul Adha, maka marilah malam ini dimanfaatkan untuk berdoa sebanyak mungkin.
- Disunnahkan agar kita mandi pada hari Idul Fitri, untuk menghadapi hari raya Idul Fitri, sebagai pertanda bahwa kita akan memasuki lembaran hidup baru, setelah beribadah satu bulan Ramadan, dengan kembali suci lahir dan batin, kembali kepada fitrah yg suci.
- Sunnah hukumnya untuk sarapan pagi, sebagai symbol bahwa puasa wajib telah selesai.
- Sunnah pula untuk memakai pakaian yg disenangi, yang istimewa, tapi tidak berarti harus baru.
- Berangkat ke tempat shalat Idul Fitri berjalan kaki, sambil bertakbir, atau baca takbir, tasbih dan tahmid. Berjalan kaki gunanya agar bertemu dengan sesame saudara muslim sebanyak mungkin, sehingga dapat menjalin persaudaraan.
- Saat bertakbir sebisa mungkin suaranya agak ditinggikan, sampai didengar orang disekelilingnya, sebagai gelora agama Islam
- Pada saat sholat, kita bertakbir 7 kali pada rakaat pertama, dan 5 kali pada rakaat kedua. Boleh baca takbir atau tahmid atau tasbih diantara takbir-takbir itu, tapi tanpa baca apa-apa juga boleh.
- Disunnatkan untuk tidak saling bicara atau tidak keburu berdiri selama khutbah, hukumnya sunnat untuk mendengarkan khutbah sampai selesai.
- Disunnahkan agar saat kembali dari tempat shalat mengambil jalan yang berbeda dengan jalan yang dilalui saat berangkat. Hikmahnya adalah agar berjumpa sesame anggota masyarakat sebanyak mungkin.
- Setelah selesai shalat dan khutbah, disunnatkan untuk saling bersalaman dengan sebanyak mungkin sesama umat Islam, khususnya sesama anggota keluarga dan para saudara kerabat serta tetangga terdekat.